Kebutuhan Cahaya Tanaman Hidroponik

Posted on

Kebutuhan Cahaya Tanaman Hidroponik – Apa Anda termasuk orang yang hobi dalam budi daya tanaman hidroponik? Tentu tanaman hidroponik membutuhkan perawatan yang lebih dari menanam secara biasa. Apalagi bila Anda menanam di dalam ruangan. Salah satu faktor penting yang harus Anda perhatikan adalah faktor pencahayaan.

Kebutuhan Cahaya Tanaman Hidroponik

Intensitas cahaya merupakan jumlah energi cahaya yang diterima oleh suatu tanaman per satuan luas dan per satuan waktu (kal/cm2/hari). Intensitas disini juga sudah mencakup lamanya penyinaran cahaya yang artinya lamanya cahaya baik itu matahari maupun sumber lainnya yang menyinari tanaman per hari. Dalam setiap tempat dan waktu besarnya intensitas cahaya yang diterima tanaman itu berbeda-beda, hal ini karena dipengaruhi oleh faktor :

Jarak antara bumi dan matahari itu sendiri bila tanaman ditanam di luar ruangan. Sebagai contoh pada pagi dan sore hari intensitasnya lebih rendah dibanding saat siang hari, hal ini karena jarak matahari di pagi dan siang hari berbeda cukup jauh. Selain itu pada daerah sub tropis dengan daerah tropis juga memiliki intensitas cahaya yang berbeda. Demikian pula intensitas cahaya matahari di puncak gunung pasti akan berbeda dengan dataran yang lebih rendah dari puncak gunung tersebut.

Faktor musim juga sangat mempengaruhi intensitas cahaya matahari bagi tanaman yang di tanam di luar ruangan. Semisal pada musim hujan maka tanaman akan mendapat sedikit intensitas cahaya matahari karena radiasi cahaya matahari banyak terserap oleh awan. Berbeda dengan musim kemarau yang memiliki lebih banyak intensitas cahaya matahari karena lebih sedikit awan. Namun hal ini tidak berlaku untuk budidaya tanaman hidroponik yang dilakukan di dalam ruangan.

Letak geografis suatu daerah, Dalam hal ini contohnya adalah daerah pada lereng gunung sebelah utara / selatan berbeda dengan lereng sebelah timur / barat. Pada daerah lereng gunung sebelah utara / selatan akan menerima radiasi cahaya matahari yang lebih sedikit karena lama penyinarannya lebih pendek dikarenakan terhalang oleh gunung. Namun bila musim hujan juga akan terdapat perbedaan pada daerah lereng gunung sebelah timur / barat.

Pengaruh intensitas cahaya ini baik untuk tanaman yang ditanamn secara biasa maupun secara hidroponik akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman dan akan sangat berpengaruh terhadap proses fotosintesis. Cahaya sangat diperlukan untuk proses penyatuan CO2 dan air guna menghasilkan karbohidrat.

Semakin besar jumlah intensitas cahaya yang diterima tanaman maka semakin besar pula hasil yang didapat, namun intensitas yang berlebihan juga akan berakibat tidak baik.

Bagi Anda yang melakukan budidaya tanaman secara hidroponik di dalam ruangan untuk mendapatkan pencahayaan yang baik maka perlu memperhatikan faktor berikut :

Kebutuhan cahaya yang dibutuhkan tanaman : setiap tanaman memiliki kebutuhan intensitas cahaya yang berbeda – beda. Hal ini dapat Anda lihat pada kemasan benih yang Anda beli, lihatlah bila terdapat tulisan full sun maka tanaman membutuhkan pencahayaan penuh setiap waktu. Namun bila half / partial sun maka tanaman hanya membutuhkan separuh pencahayaan (separuh waktu saja).

Jarak Antara lampu dan tanaman : setiap lampu tentu memiliki kuat intensitasnya masing – masing. Pastikan jarak antara lampu dan tanaman tidak terlalu dekat. Untuk lebih memastikan intensitas cahaya ini Anda dapat mengukurnya menggunakan alat ukur intensitas cahaya atau lux meter untuk lebih mengetahui intensitas cahaya yang di dapatkan tanaman.

Mungkin demikian beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mendapatkan pencahayaan yang sesuai untuk hidroponik di dalam ruangan. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *