Bahaya Klorin Bagi Tubuh

Posted on

Bahaya Klorin Bagi Tubuh – Klorin yang mempunyai rumus kimua yaitu Cl merupakan unsur kimia murni dimana dalam keadaan normal akan berwujud gas diatomik yang berwarna hijau. Nama klorin ini mengarah pada warna gas dari unsur ini yaitu chloros atau yang berarti hijau, dimana dalam bahasa sehari – hari kita lebih mengenal klorin dengan nama kaporit.

Bahaya Klorin Bagi Tubuh

Sejarah klorin (Cl)
Klorin ini merupakan senyawa yang ditemukan oleh Calr Wilhelm Scheele pada tahun 1774. Pada saat itu ia mengira klorin ini mengandung gas oksigen. Kemudian Humphry Davy pada tahun 1810 memberi nama unsur ini dengan nama klorin yang berasal dari kata chloros yang mempunyai arti gas yang berwarna hijau sesuai dengan wujud normalnya.

Apa Saja Bahaya Serta Manfaat Klorin (Cl)?
Secara alami gas klorin ini memiliki berat yaitu sekitar 2,5 kali udara. Dalam keadaan murni gas ini akan menimbulkan bau yang tidak sedap dan bila kita menghirupnya dalam waktu yang lama akan bersifat racun bagi kita dan akan menyesakkan pernafasan.

Namun selain itu, klorin ini juga dapat menjadi oksidator kuat dan juga sebagai agen disinfektan dan dalam wujud cair dan padat akan bersifat sebagai pemutih. Klorin ini merupakan bagian seri dari unsur halogen pembentuk garam yang dapat diekstrak dari klorida dengan proses oksidasi dan elektrolisis.

Dalam keadaannya di alam bebas, unsur klorin dapat bereaksi dengan unsur natrium yang akan menghasilkan NaCl atau yang disebut dengan nama garam dapur. Selain itu pada silvit dan karanalit juga sering ditemukan unsur klorin. Ion klorida bisa ditemukan sekitar 1,9% terlarut dalam massa air laut.

Jumlah klorin ini di dalam tanah biasanya bervarias. Hal ini tergantung pada kondisi tanah dan seberapa jauhnya jaraknya dengan laut. Tanah pada dataran tinggi biasanya memiliki kandungan klorin sekitar 10 ppm klorin, Selain itu pada kloroplas tanaman juga mengandung unsur klorin yang terkosentrasi.
Manfaat dari klorin (Cl)

Dalam pemanfaatannya klorin ini sering digunakan dalam cairan pemutih, desinfektan dan gas mustard. Penggunaan klorin ini sebagai bahan kimia merupakan hal yang penting agar cairan-cairan ini dapat bekerja dengan baik.

Sedangkan dalam kalangan industri penggunaan klorin ini digunakan dalam pembuatan kertas, pembalut wanita, antiseptik, insektisida. Selain itu klorin ini juga sering digunakan dalam makanan, zat warna, produk minyak bumi, obat-obatan dan berbagai macam penggunaan lainnya.

Penggunaan klorin ini pada industri kertas khususnya produksi kertas daur ulang, klorin ini digunakan untuk menghilangkan bekas tinta yang ada pada kertas dan juga sebagai bahan pemutih pulp kayu sebelum diolah menjadi kertas.

Sedangkan dalam pengolahan air minum, klorin ini digunakan untuk membunuh kuman dan bakteri yang terkandung dalam air. Namun penggunaan ini tentulah tidak boleh berlebihan karena dapat menimbulkan masalah kesehatan. Oleh karena itu dalam proses pengolahan air minum pengukuran kadar klorin ini merupakan hal penting yang harus dilakukan. Dalam pengolahan ini penggunaan alat ukur kadar klorin atau chlorine tester ini akan memudahkan dalam mengukur kadar klorin dalam air tersebut.

Bahaya klorin (Cl)
Dalam kadar yang tepat atau tidak berlebihan, kadar klorin ini sebenarnya tidaklah berbahaya. Semisal penggunaan pada pemutih pakaian yang digunakan untuk mencuci serta penggunaannya pada kolam renang umum.

Namun bila klorin ini berbentuk gas dan terhirup atau masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan atau minuman yang terkontaminasinya maka akan dapat berbahaya. Hal ini karena dalam wujud ini klorin akan bersifat sebagai racun dan merupakan gas yang sangat reaktif.

Bila kita menghirup gas ini maka akan dapat menimbulkan masalah pernafasan baik itu berupa sesak, nyeri dada, batuk bahkan hingga retensi air dalam paru paru dan berbagai masalah pernafasan lainnya.

Klorin ini sendiri akan terurai bila bercampur dengan air pada lingkungan sekitar. Namun dalam kondisi tertentu, klorin ini dapat dilepaskan dari air ke udara sekitar. Klorin ini tidak dapat tinggal dalam waktu yang lama di dalam air atau tanah karena sifaknya yang reaktif. Sama seperti manusia, hewan dan tumbuhan juga tidak mengakumulasi klorin di dalam tubuhnya.

Ada sebuah studi yang mengatakan kalau terpapar klorin yang berwujud gas dalam waktu yang cukup lama dapat menyebabkan menurunnya sistem kekebalan tubuh, darah, jantung, dan sistem pernapasan hewan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *